Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR ISLAM. Tampilkan semua postingan

Amalan-amalan Utama di Bulan Ramadhan

Amalan di Bulan Ramadhan harus kita perhatikan, karena kehadiran Bulan Suci Ramadhan adalah sebuah anugerah yang besar bagi kita kaum muslimin. Karena di dalamnya, amalan yang baik bernilai lebih serta berlipat ganda dan terdapat amalan-amalan yang tidak ada di bulan lainnya.

Amalan-amalan Utama di Bulan Suci Ramadhan adalah :

  • PUASA.  Ini adalah amalan yang paling utama dan merupakan Rukun Islam keempat. Semua orang sudah tahu akan hal ini, namun kita harus tetap ingat untuk melaksanakan Puasa ini tidak hanya untuk melepaskan kewajiban semata, tapi kita harus melaksanakan dengan penuh keimanan dan mengharap balasan Allah. Kita melaksanakan kewajiban dan sunnah-sunnahnya serta meninggalkan larangan dan hal-hal yang mengurangi nilainya, sehingga kita mejadi bagian dari Sabda Rasulullah SAW; "amalan setiap anak adam dilipat gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman : 'Kecuali puasa ia adalah untuk-Ku. Aku yang membalasnya (tanpa batasan tadi). Ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." (HR. Muslim).
  • SHALAT MALAM (TARAWIH). Shalat malam adalah shalat sunnah yuang sangat besar pahalanya baik dikerjakan di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Namun shalat malam di bulan Ramadhan yang kita kenal dengan shalat Tarawih memiliki keutamanaan lebih daripada di lain bulan Ramadhan. Maka hendaklah kita berlomba-lomba untuk melakukannya dengan sebaik-baiknya. Sabda Rasulullah SAW,"barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengarap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu," (Muttafaqun 'alaih).
  • MEMBACA DAN TADABBUR AL QUR'AN.  Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an, karena pada bulan inilah ia diturunkan Allah SWT. Firman Allah SWT :" bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). (Al Baqarah : 185).  Al Qur'an adalah kitab petunjuk dan agar kita bisa mengambil petunjuk darinya, maka kita harus memahami arti dan maknanya. Membaca Al Qur'an adalah amalan yang besar nilainya. Tapi mentaddaburi dan memahaminya maknanya kemudian mengambil petunjuk hidup darinya itulah tujuan utama Al Qur'an diturunkan.
  • SEDEKAH. Amalan di Bulan Ramadhan tidak hanya yang berhubungan langsung dengan Allah SWT, tapi juga terdapat amalan yang memberikan efek kebaikan langsung kepada orang lain. Salah satunya adalah sedekah. Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW sebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ," Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanan beliau akan bertambah pada bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Jibril. Beliau bertemu dengan Jibril setiap malam Ramadhan untuk mempelajari Al Qur'an  dan Rasulullah SAW lebih dermawan dari hembusan angin (yakni sangat mudah mengeluarkan sedekah)." (HR. Bukhari). Orang yang memberikan sedekah berupa makanan untuk berbuka kepada orang lain akan mendapatkan pahala laksanan orang yang melakukan puasa tanpa mengurangi pahala yang diberi sedekah.
  • I'TIKAH. I'tikah adalah menetap di masjid selama waktu i'tikaf, baik itu siang dan malam hari dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti buang air. Amalan I'tikaf dilakukan khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Selama i'tikaf kita hendaknya memperbanyak amalan seperti berdzikir, membaca Al Qur'an, shalat sunnah dan amalan-amalan ibadah lain.
  • MENGHIDUPKAN MALAM LAILATUL QADAR.  Malam lailatul qadar adalah sebuah Rahmat yang sangat besar dari Allah SWT. Karena semua amalan pada malam tersebut dinilai lebih baik daripada amalan yang sama selama seribu bulan. Malam lailatul qadar adalah salah satu dari malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, namun tidak pernah dipastikan pada malam keberapa, sehingga kita dianjurkan untuk meningkatkan amalam ibadah pada akhir bulan Ramadhan.
  • UMRAH DI BULAN RAMADHAN. Umrah merupakan ibadah utama yang mendapat pahala besar, namun umrah di bulan Ramadhan mempunyai nilai pahala yang lebih tinggi. Rasulullah SAW bersabda : " umrah di bulan Ramadhan (pahalanya) menyerupai Haji (HR. Tirmidzi).
Demikianlah beberapa amalan-amalan utama di bulan Ramadhan. Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan kali ini dengan mengamalkan amalan-amalan tersebut agar derajat Taqwa bisa kita raih.


Sumber : Bulletin At Tauhid, Yogyakarta., edisi 28 tahun 9


Keutamaan Hari Jum'at

Keutamaan Hari Jum'at sangat banyak sekali. Allah SWT menciptakan hari jum'at untuk memuliakan Islam dan Kaum muslimin. Allah SWT berfirman : "Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan meninggalkan jual beli" (QS. Al Jumu'ah : 9).
Allah SWT mengharamkan seseorang sibuk dengan urusan-urusan dunia ataupun segala sesuatu yang dapat memalingkannya dari menghadiri sholat jum'at.
Rasullullah SAW bersabda : "sebaik-baik hari yang padanya terbit matahari adalah hari jum'at. Pada hari itu diciptakan Adam a.s., pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu pula Adam diturunkan ke bumi, pada hari itu pula ia diterima taubatnya, pada hari itu pula ia meninggal, dan pada hari itu pula akan terjadi kiamat. Hari itu disisi Allah adalah Yaumul-Mazid (hari yang punya nilai lebih). Dan pada hari itu pula adalah hari memandangnya mahluk kepada Allah di syurga" (HR. Muslim dan Abu Hurairah).
Selain itu Rasulullah juga bersabda : "Barangsiapa meninggal pada hari atau malam Jum'at maka Allah mencatat baginya pahala orang mati syahid dan ia terhindar dari pertanyaan kubur" (HR. Abu Nu'aim).

Dengan mengetahui ayat-ayat Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW di atas, maka kita bisa mengetahui bahwa hari Jum'at mempunyai nilai lebih dari hari yang lain. Sudah seharusnya kita sebagai kaum muslimin menyambut hari jum'at dengan persiapan khusus, khususnya untuk menyambut dan melaksanakan sholat jum'at sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT pada ayat di atas. 

Begitu pentingnya hari jum'at ini sehingga Rasulullah bersabda :" barang siapa meninggalkan sholat jum'at tiga kali tanpa uzdur (halangan yang dibenarkan oleh syar'i), maka Allah akan menutup hatinya. (HR. Baihaqi). Shalat jum'at  sendiri memang mempunyai banyak sekali keutamaan, diantaranya adalah fungsi sosial, karena pada hari itu umat Islam berkumpul di masjid-masjid dan terjadi pertemuan diantara mereka. Adanya pertemuan itu akan mempererat silaturahim sehingga persatuan umat akan terjalin. Manfaat lain adalah adanya tausiah-tausiah dari khutbah jum'at sehingga menambah ilmu agama yang bermanfaat.

Demikianlah bebeapa hal mengenai keutamaan hair jum'at. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Baca artikel lain di sini


Tausiah Jum'at : JANGAN MEREMEHKAN PERBUATAN BAIK SEKECIL APAPUN

Seringkali kita tidak memandang penting sebuah perbuatan baik (amal yang kecil) padahal sebenarnya besar nilainya disisi Allah SWT. Perbuatan baik sebenarnya adalah amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Allah SWT telah berfirman bahwa "Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah (sangat kecil) pun niscaya dia akan melihat balasannya (QS. Az Zalzalah ; 7). 

Rosulullah bersabda : "Jangan meremehkan sedikitpun kebaikan yang akan engkau kerjakan. Walaupun sekedar engkau memberi ikatan tali, walaupun sekedar engkau menuangkan air ke dalam bejana orang yang meminta air, walau sededar engkau menemui saudaramu sesama muslim dengan wajah berseri, walaupun sekadar engkau menghibur orang yang sedih dan walaupun sekedar engkau memberi tali sandal"

Mengapa kita tidak boleh meremehkan perbuatan baik sekecil apapun, karena kita tidak tahu amal baik mana yang akan mendatangkan Ridla Allah SWT. Padalah Ridla Allah SWT inilah yang akan membawa kita ke Surganya Allah SWT. 
Jadi marilah kita berlomba untuk selalu berbuat baik ...


(image from : atuhkitu.blogspot.com)

GOLONGAN ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA

Setiap manusai tentu mengharapkan kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan yang tidak hanya di dunia ini saja namun juga kebahagiaan yang abadi di alam akherat. Kebahagiaan yang hakiki tersebut hanya dapat diraih apabila kita selalu Taat kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW. Balasan dari ketaatan tersebut adalah kehidupan yang penuh Nikmat yaitu di Syurganya Allah SWT, sehingga kita dituntut untuk meraihnya. 
Rosulullah SAW bersabda ada 4 (empat) golongan orang yang dirindukan oleh Syurga, yaitu :

  1. Orang yang Rajin membaca Al Qur'an. Membacar Al Qur'an adalah salah satu amalan yang utama, karena Rosulullah pernah bersabda Setiap huruf dari Al Qur'an yang kita baca membawa pahala tersendiri, selain itu juga dikatakan bahwa nanti Al Qur'an akan datang sebagai saksi amal kita di Yaumul Hisab. Selain membaca tentu juga mempelajari isi dan mengamalkannya merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap pribadi muslim.
  2. Orang yang selalu menjaga lisannya. Lisan merupakan salah satu indera kita yang bisa mendatangkan kebaikan dan keburukan. Dengan selalu menjaga agar lisan kita hanya mengatakan hal-hal yang baik, digunakan untuk membaca Al Qur'an, untuk memuji-Nya, untuk berdoa kepada-Nya, untuk memberi nasehat yang bermanfaat kepada orang lain, Insya Allah kita akan termasuk golongan yang dirindukan oleh Syurga.
  3. Orang yang memberi makan kepada orang lain yang kelaparan. Ini juga merupakan salah satu amalan yang utama, karena pertolongan Allah akan datang kepada hamba yang memberi pertolongan kepada saudaranya  yang membutuhkan pertolongan.
  4. Orang yang berpuasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Berpuasa Ramadhan adalah salah satu ibadah utama bahkan merupakan salah satu Rukun Islam. Berpuasa tidak hanya menahan tidak makan dan minum saja, namun juga menjaga panca indera kita dari melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Bahkan tidak hanya itu, berpuasa juga menuntut kita meninggalkan perkataan dan perbuatan yang sia sia. Insya Allah jika kita berpuasa Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW, derajat Taqwa akan kita peroleh yang balasannya adalah Syurganya Allah SWT.
Itulah empat golongan orang yang dirindukan oleh Syurganya Allah SWT, mari kita berlomba untuk menjadi orang-orang yang dirindukan oleh Syurga tersebut karena kehidupan dan kebahagiaan yang sejati adalah di alam akherat bukan di dunia yang sementara ini. Allahumma Amin.

(Khutbah Jum'at di Masjid Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, DIY. Tanggal 27 Juli 2012)